Filipe Luis Klarifikasi Sikap Flamengo soal Kasus Rasisme Vinicius Junior

Bagikan

Pelatih Filipe Luis menegaskan kembali bahwa dirinya dan Flamengo sepenuhnya mendukung mantan pemain mereka, Vinicius Junior, dalam menghadapi tuduhan pelecehan rasial yang dialaminya dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Pernyataan ini muncul setelah komentarnya sebelumnya dianggap menyepelekan kasus tersebut, padahal ia justru menentang rasisme secara tegas.

Filipe-Luis-Klarifikasi-Sikap-Flamengo-soal-Kasus-Rasisme-Vinicius-Junior

Filipe Luis menyatakan, “Saya sama sekali tidak bermaksud mengecilkan tindakan rasis, saya mendukung Vini sepenuhnya. Rasisme adalah kejahatan dan harus dihukum jika terbukti terjadi.” Ia menekankan bahwa jika Prestianni bersalah, hukumannya harus setimpal, dan bukan haknya untuk menghakimi, melainkan wewenang UEFA dan lembaga terkait.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Komentar ini menegaskan posisi Flamengo yang konsisten menentang rasisme. Klub tersebut ingin semua pihak yang terbukti melakukan pelecehan rasial bertanggung jawab. Ini juga sekaligus memperlihatkan solidaritas terhadap Vinicius yang sejak lama menjadi simbol perlawanan terhadap diskriminasi.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Kronologi Kasus dan Tuduhan

Insiden terjadi saat pertandingan Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid di Lisbon, di mana Vinicius menuduh Prestianni memanggilnya dengan sebutan “monyet.” Tuduhan ini memicu penyelidikan UEFA, sementara Prestianni membantah tuduhan tersebut.

Vinicius, yang kini berusia 25 tahun, sudah berkali-kali menjadi sasaran pelecehan rasial sejak bergabung dengan Real Madrid pada 2018. Kejadian terbaru ini menyoroti masalah berulang di sepak bola Eropa dan pentingnya tindakan disiplin yang tegas terhadap pelaku rasisme.

Pertandingan leg kedua antara Madrid dan Benfica di Bernabeu akan menjadi momen penting. Ini juga bukan hanya untuk hasil olahraga, tetapi juga dalam konteks keadilan dan penegakan aturan anti-rasisme.

Baca Juga: Barcelona Putuskan Mundur dari Liga Super: Ini Alasan dan Dampaknya

Pernyataan Tegas Filipe Luis

Pernyataan-Tegas-Filipe-Luis

Filipe Luis menegaskan bahwa mendukung Vinicius bukan hanya soal simbol seperti kaos atau gelang anti-rasis, tetapi juga soal memastikan tindakan yang salah mendapatkan hukuman. “Mudah bagi saya mengenakan simbol anti-rasis, tetapi yang sulit adalah menegakkan hukuman. Jika Prestianni melakukannya, biarkan dia membayar,” katanya.

Ia juga menyebutkan hubungan emosionalnya dengan Vinicius. Sebagai mantan rekan di Flamengo, Filipe Luis menaruh rasa kagum dan sayang kepada pemain muda itu, sehingga dukungan klub bersifat personal dan profesional sekaligus.

Flamengo, melalui pernyataan resmi, menegaskan bahwa mereka akan terus mendukung semua upaya Vinicius untuk melawan diskriminasi dan rasisme, baik di Brasil maupun di Eropa.

Implikasi bagi UEFA dan Sepak Bola Global

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap tindakan diskriminatif di sepak bola. UEFA kini bertanggung jawab untuk menyelidiki tuduhan tersebut secara transparan dan memberikan sanksi sesuai aturan.

Vinicius sendiri menjadi simbol perlawanan terhadap rasisme, dengan undang-undang anti-rasisme di Rio de Janeiro bahkan memungkinkan penangguhan atau penghentian pertandingan bila insiden terjadi.

Dukungan Flamengo dan Filipe Luis menunjukkan bahwa solidaritas antar pemain dan klub penting dalam menghadapi rasisme. Ini sekaligus memberi pesan kuat bahwa tindakan diskriminatif tidak akan ditoleransi dalam dunia olahraga. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballuv.com.